
Gus Dus pindah rumah ke http://fahadaa.wordpress.com/

Gus Dus pindah rumah ke http://fahadaa.wordpress.com/
Gus Dus terpukul. Padahal secara kasat mata, Gus Dus lah yang memukul. Gus Dus pun harus menanggung konsekuensi dari memukul-terpukul tersebut. Sulit diceritakan bagaimana kronologinya, karena masing-masing saling memiliki alasan yang sama-sama kuat untuk menyatakan diri sebagai pihak yang benar (truth claim).
Oleh siapa Gus Dus terpukul atau siapa yang menjadi korban pemukulan Gus Dus, tidak penting untuk dibahas di sini. Yang perlu dibahas adalah hikmah dari keterpukulan tersebut.

“Bagiku, wanita senantiasa sama tampaknya.”
“Bagiku, wanita adalah suatu studi yang menarik.”
Di atas adalah sebuah percakapan yang terdapat dalam buku berjudul Wanita karya Paul I. Wellman. Mengisahkan kehidupan beberapa “wanita” Yunan tempo dulu, dengan Theodora sebagai tokoh utama.
Gus Dus kecewa. Sudah hampir dua minggu air di kamar mandi yang terletak di depan kamarnya kosong. Padahal biasanya mengalir lancar. Setelah menanyakan perihal kekosonngan tersebut, didapatkan informasi bahwa pompa air yang untuk kamar mandi sebelah selatan, rusak. Entah apa yang menyebabkan rusak, Gus Dus merasa tak perlu bertanya lagi.
Yang membuat Gus Dus kecewa, bahwa kamar mandi tersebut jika dibandingkan dengan kamar mandi-kamar mandi yang lain di asrama Pesantren mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya, merupakan kamar mandi terbersih. Kalau tidak percaya, silahkan berkunjung ke sana dan akan Anda dapati bagaimana hitamnya kamar mandi di lantai satu dan bagaimana kumuhnya kamar mandi di lantai dua sebelah utara.
kurang beberapa detik lagi
para calon mendapatkan kepastian hidupnya
ratusan yang terus hidup, ribuan yang dijemput mati
kurang beberapa detik lagi
para rakyat menjelma malaikat
menentukan siapa yang hidup siapa yang mati